Trending.co.id, Kutai Timur – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Kutai Timur tengah akan merevitalisasi pembangunan rumah produksi. Ini dilakukan dalam dalam upaya meningkatkan standar mutu dan konsistensi kualitas produk UMKM di daerah.
Kepala Diskop UKM Kutim, Teguh Budi Santoso, menjelaskan, rumah produksi memiliki peran vital karena menjadi pusat quality control bagi pelaku usaha mikro.
“Rumah produksi itu untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga,” jelasnya, Kamis (27/11/2025).
Teguh mencontohkan pentingnya konsistensi kualitas dengan analogi produk makanan.
Kalau hari ini rasanya enak, tapi besok tidak, konsumen pasti lari. Begitu juga dengan produk UMKM. Pembeli butuh rasa dan kualitas yang sama setiap membeli.
Saat ini, rumah produksi yang tercatat berada di wilayah Pulau Miang, berdasarkan informasi dari Dinas Pertanahan. Namun, fasilitas tersebut belum mencukupi kebutuhan pelaku UMKM yang jumlahnya terus bertambah di Kutim.
Karena itu, Diskop UKM berencana mengusulkan pembangunan rumah produksi baru yang lebih representatif.
Langkah ini juga berangkat dari permintaan pasar luar negeri. Teguh mengungkapkan adanya Letter of Intent (LoI) dari buyer Malaysia yang meminta pasokan produk hingga satu ton.
Namun pelaku UMKM lokal belum mampu memenuhi permintaan tersebut karena keterbatasan kapasitas produksi.
“Kalau ada yang minta satu ton sebulan, belum mampu. Makanya harus dikumpulkan beberapa pelaku usaha dalam satu rumah produksi agar kapasitasnya mencukupi,” terangnya.
Diskop UKM menargetkan pembangunan rumah produksi masuk dalam proyek prioritas tahun depan.
Namun, rencana itu masih menyesuaikan kondisi anggaran yang diperkirakan mengalami penurunan. Meski begitu, Teguh memastikan pihaknya tetap berupaya agar program tersebut bisa direalisasikan.
“Kalau kualitas terjaga, UMKM kita akan jauh lebih kompetitif,” pungkasnya.(adv)











Discussion about this post