Trending.co.id, Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menetapkan skema Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan sebagai opsi utama dalam menggalang bantuan untuk masyarakat terdampak bencana di Sumatera.
Keputusan ini diambil setelah pemerintah memastikan bahwa penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) belum dapat dilakukan dalam waktu dekat.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menjelaskan bahwa kondisi anggaran cadangan daerah saat ini tidak memungkinkan penyaluran bantuan langsung melalui APBD.
Selain itu, Pemkab Kutim juga menunggu kejelasan teknis dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait prosedur bantuan antardaerah.
Menurut Ardiansyah, pelibatan perusahaan menjadi langkah paling realistis untuk memastikan bantuan dapat segera digulirkan tanpa hambatan anggaran.
“CSR perusahaan dapat bergerak lebih cepat, fleksibel, dan tidak mengganggu program prioritas pemerintah daerah. Ini menjadi pilihan yang paling efektif saat ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, perusahaan-perusahaan di Kutim memiliki kapasitas finansial dan jaringan distribusi yang kuat, sehingga mampu menghimpun serta menyalurkan bantuan dalam waktu singkat.
Saat ini beberapa perusahaan di Kutim telah memulai penggalangan donasi secara mandiri.
Pemerintah daerah mengambil posisi sebagai koordinator agar seluruh bantuan terarah, tidak tumpang tindih, dan sesuai kebutuhan warga terdampak di lapangan.
Ardiansyah menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mencampuri proses internal perusahaan dalam menghimpun donasi.
Namun, koordinasi tetap dilakukan untuk memastikan ketepatan sasaran dan kesesuaian data kebutuhan dari daerah bencana.
“Yang terpenting adalah bantuan tepat guna, tidak berlebihan, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di Sumatera,” kata Ardiansyah.
Selain bantuan berupa dana, Pemkab Kutim juga mempertimbangkan dukungan berupa logistik, perlengkapan kesehatan, hingga kebutuhan dasar lain yang relevan dengan situasi darurat.
Jika seluruh perusahaan dan elemen masyarakat dapat bergerak bersama, Pemkab Kutim optimistis bahwa skema bantuan berbasis CSR akan menjadi pola yang efektif, cepat, dan bertanggung jawab untuk mendukung pemulihan korban bencana di Sumatera. (ADV)











Discussion about this post