Trending.co.id, Kubar – Wakil Ketua I DPRD Kalimantan Timur, Ekti Imanuel, menegaskan kesiapan penyelenggaraan Pekan Daerah (PEDA) XI Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kalimantan Timur yang akan digelar di Kabupaten Kutai Barat sudah mencapai 90 persen. Hal ini disampaikannya usai melakukan monitoring langsung ke sejumlah lokasi utama kegiatan, Rabu (23/04/2025).
Dalam kunjungan tersebut, Ekti memulai peninjauan dari lokasi Demonstration Plot (Demplot) Biotek di Taman Budaya Sentawar (TBS), yang nantinya akan menjadi pusat pembukaan dan penutupan kegiatan. Ia menyoroti beberapa perbaikan teknis seperti penyesuaian demplot dan penyelesaian pembangunan kolam ikan.
“Masih ada waktu untuk penyempurnaan. Kolam ikan dan beberapa demplot perlu percepatan, tapi saya yakin semuanya bisa selesai tepat waktu,” ujar Ekti.
Selain TBS, politisi Partai Gerindra ini juga meninjau empat lokasi fieldtrip yang akan menjadi bagian dari showcase pertanian dan perikanan dalam PEDA XI. Di antaranya, lokasi pameran kopi robusta di Gapoktan Kola Lestari, Linggang Melapeh, yang menurutnya sudah sangat siap menampilkan proses pengolahan kopi dari panen hingga pengemasan.
Ia juga mengunjungi lokasi budidaya bioflok perikanan di Kampung Melapeh Baru yang disebutnya telah memiliki fasilitas memadai, mulai dari akses masuk, lahan parkir, hingga kesiapan teknis di lokasi.
“Untuk bioflok perikanan, semua aspek sudah oke. Tinggal pematangan koordinasi teknis saja menjelang pelaksanaan,” jelasnya.
Monitoring dilanjutkan ke Kecamatan Long Iram untuk meninjau kebun durian seluas sekitar 4 hektar. Ia menyebut lokasi tersebut potensial, meskipun masih memerlukan pengerasan jalan sepanjang 120 meter agar akses lebih mudah bagi pengunjung dan peserta.
“Ini hanya soal teknis kecil. Saya yakin panitia bisa menyelesaikan sebelum Juni,” tambahnya.
Secara keseluruhan, Ekti mengapresiasi semangat dan kesiapan tuan rumah dalam mempersiapkan event besar ini. Ia optimistis PEDA XI KTNA yang akan berlangsung 21–27 Juni 2025 mendatang dapat menjadi wadah memperkuat jejaring petani dan nelayan, serta mendorong inovasi sektor pertanian dan perikanan di Kaltim.
“PEDA ini bukan hanya ajang seremonial, tapi momentum untuk memperlihatkan kemajuan petani dan nelayan kita. Harus sukses, dan saya pastikan DPRD akan terus mendukung,” pungkasnya.
[Adv | DPRD Kaltim]











Discussion about this post